Friday, September 28, 2012

Hei Kawan

Mengapa kau sendiri? Kau rengkuh dirimu dan menangis. Kau hapuskan sendiri air matamu, ubahnya menjadi seutas senyum, walau terpaksa. Sakit.
Dan tak kau ijinkan mereka membentangkannya daripadamu, tak kau biarkan mereka menyentuh, karena tak satu pun berhak, tak satu pun dapat percayamu. Karena apalah arti mereka bila benar tak ada disana.
Karena hanya kita sosok nyata, bahagia... dalam fana kita sendiri. Karena fana adalah nyata yang baru, dan nyata adalah mereka yang kembali fana dan mereka kejam.
Dan rumah bukan lagi tempat kita mengadu, bukan lagi tawa dan damai: karena mereka disana.

No comments:

Post a Comment