Sunday, April 10, 2016

fajar 3 pagi




Malam tidak bergegas walau ia memang beranjak,
dan fajar mempersiapkan diri menuju gelap langit.
Aku, berdiri di tengah keduanya,
perhatikan rokokku yang memekik-mekik kepanasan
Sedangkan dingin subuh menggoda kakiku untuk menyerah,
bersama dengan nyamuk-nyamuk jahanam yang kelaparan.

Dan aku hanya berpikir, bertanya dalam hati:
"Apakah fajar pernah merasa cemas
ketika ia harus pergi pada gelap walaupun tak ada siap?"
Karena, sepertinya, fajar memang tak merasa...
dan aku, baik kamu, bukanlah fajar.

Maka kuhisap lagi rokok yang sudah tidak enak ini
dengan pikiran yang akan hilang bersama malam
entah ke kasurku, atau ke kamarmu
karena ketika fajar datang
mungkin semua tidak akan penting lagi.


Ah... selamat tidur.



Friday, April 8, 2016

Monday, April 4, 2016

bingar



kukubur bingar di halaman rumahku,
tak ada satupun bahkan tumbuh di tanganmu.
karena jari sudah menjadi duri
dan beri hitam tercuri.

kusobek bingar dari buku getirku,
tak ada satupun bahkan terbisik di telingamu.
puluhan, mungkin ratusan...
atau mungkin hangat sudah tak lagi ada kesan?