Angin barat pagi ini sangat sejuk. Sudah cukup lama ia bertiup, namun baru akhir-akhir ini saja ia menjadi kesukaanku. Angin yang sangat menyejukkan. Lembut dan nyaman. Tetapi kadang hembusannya terlalu dingin juga.
Angin akan pergi, ia akan kembali. Datang tanpa harapan, kembali tanpa janji. Tak teterka, tak terbaca. Wujudnya tak terlihat, namun dapat terasa.
Akhir-akhir ini angin sejuk itu menghilang... Ku cari kemanapun dia. Namun sebelah timur pulau ini, angin tidak lewat sini. Mungkin ia hanya berhembus di barat. Atau utara, mungkin tenggara. Entahlah.
Yang jelas di sini terlalu panas, hidup terlalu jenuh penuh rutinitas.
Aku rindu anginku.
Jadi, ini rencanaku :
Apabila ia lewat sebentar, akan ku kumpulkan semua keberanianku. Aku akan mengajaknya tinggal di sini sebentar. Tidak peduliku ia (mungkin) menolak. Atau akan pergi lagi, kali ini untuk selamanya. Dan kacaukan hidupku. Dan tidak akan kembali ke sebelah timur pulau ini. Dan panas gersang akan datang lagi ke sebelah timur pulau ini.
Tidak apa. Setidaknya akan kusampaikan dulu perasaanku padanya
agar ia tahu :
ia angin kesukaanku.