Mengapa kau sendiri? Kau rengkuh dirimu dan menangis. Kau hapuskan sendiri air matamu, ubahnya menjadi seutas senyum, walau terpaksa. Sakit.
Dan tak kau ijinkan mereka membentangkannya daripadamu, tak kau biarkan mereka menyentuh, karena tak satu pun berhak, tak satu pun dapat percayamu. Karena apalah arti mereka bila benar tak ada disana.
Karena hanya kita sosok nyata, bahagia... dalam fana kita sendiri. Karena fana adalah nyata yang baru, dan nyata adalah mereka yang kembali fana dan mereka kejam.
Dan rumah bukan lagi tempat kita mengadu, bukan lagi tawa dan damai: karena mereka disana.
Friday, September 28, 2012
Friday, September 21, 2012
k a b u r
kedua mata memandang ke arah
yang k a b u r
bahkan tak bisa menyadari warna
cerahnya pagi hari ini
permukaan ini serasa tiada rasa
tidak bisa menjamah
dinginnya hawa yang berusaha
menggelitik
berusaha masuk dalam celah
lengan-lengan yang berusaha memeluk
satu sama lain
yang k a b u r
bahkan tak bisa menyadari warna
cerahnya pagi hari ini
permukaan ini serasa tiada rasa
tidak bisa menjamah
dinginnya hawa yang berusaha
menggelitik
berusaha masuk dalam celah
lengan-lengan yang berusaha memeluk
satu sama lain
Subscribe to:
Posts (Atom)