Wednesday, March 30, 2016

03/14/2016




Dari pucuk matamu, nanah tersirat
Entah bulu mata, entah derita
Namun lebih banyak dusta.





Thursday, March 24, 2016

Wednesday, March 16, 2016



Tak pernah kusangka,
tidak hanya riuh kembang api yang ada saat Tahun Baru,
atau canda silahturahmi yang langka,
namun juga datangnya dalam diam si peluru.



Tuesday, March 15, 2016

03/14/2016

Piano berdenting, crescendo.

Dan aku tak berharap demikian.

Karena sunyi mencekat, aku heran suara apa.

Apalah ini yang merayap di keheningan malam, tanpa berjaga, tanpa siaga?
Suara yang samar, bayang yang kelam. Siapa yang dicari, pun tak mengerti.

Bodoh, umpatku.

Namun toh ia tetap merayap, tumbuh, dan menetap. Pelihara pun tak seorang lakukan...

...kecuali rindu yang menyiram.

Kupandangi jalan dari jendela yang basah, hanya untuk mengingat kau dan sukmamu.
Dan bila malam kala itu tak berujung...

Dapatkah suara itu kurengkuh?


di belakang.



Gadis berkonde melewati sebuah rute
terhenti Ia di bawah pohon jaha.

pemuda berdiam mengambil foto,
menunggu merekah senyumNya bersuam.
Namun sebelum rana lepas,
sadar ia lebih baik berkemas.


Karena adanya pun, Ia tak ada ang g a p.