Thursday, November 28, 2013
Sunday, November 10, 2013
ya, persetan.
matahari terlalu terik bersinar
tatkala manusia-manusia itu duduk
dan bercakap silih ganti
dan aku terlalu naif
untuk iba
matahari masih terlalu terik,
dan pandanganku mulai kabur…
berusaha meraih, apapun,
namun pun setetes air
takkan sanggup legakan dahaga,
maka kudapati diriku tersungkur
seakan memohon pada sang mentari
untuk segera turun
dan datangkan hujan,
atau mungkin malam.
matahari masih terik dan enggan
membayar impas janjinya,
sementara ricuh suara mereka semakin menjadi,
terlalu, kataku.
maka ketika kesadaranku kembali mendapati aku,
persetan dengan suara-suara itu,
dan mataharimu.
tatkala manusia-manusia itu duduk
dan bercakap silih ganti
dan aku terlalu naif
untuk iba
matahari masih terlalu terik,
dan pandanganku mulai kabur…
berusaha meraih, apapun,
namun pun setetes air
takkan sanggup legakan dahaga,
maka kudapati diriku tersungkur
seakan memohon pada sang mentari
untuk segera turun
dan datangkan hujan,
atau mungkin malam.
matahari masih terik dan enggan
membayar impas janjinya,
sementara ricuh suara mereka semakin menjadi,
terlalu, kataku.
maka ketika kesadaranku kembali mendapati aku,
persetan dengan suara-suara itu,
dan mataharimu.
Subscribe to:
Posts (Atom)