Monday, May 13, 2019

Strolling | 02/08/17

Aku terbangun. Garis kejut di beberapa titik sepanjang jalan raya ini cukup menganggu tidurku. Aku melihat ke arah tempatku tertidur tadi: pundaknya. Ia melihat ke arahku, kemudian kembali melihat ke depan.

“Tidurlah kembali,” katanya lembut, masih berkonsentrasi menyetir.

Aku melepaskan gandengan tangan kami, membenarkan rambutku yang berantakan lalu melihat ke arah tangannya, tertegun.

Sejak kapan aku bahkan terbiasa untuk mengenggam tangannya?



No comments:

Post a Comment