Saturday, September 9, 2017

Kepada: Mawar merah muda

(3)

malam itu bulan tidak purnama:
ada tepinya yang tidak menegas,
lembut ia berbaur berserta gelap malam

dalam selaksa asap yang mengebul
dan itu pula matamu yang melirih, meneduh
seperti lampu jalanan yang pada aspal ini ia merengkuh

malam itu kita berebut rokok, korek, dan rindu
namun adakah resahmu hilang, mereda-redup
ketika jari-jariku berbalas genggammu?

dan jika harga malam itu dibayar waktu
tak mengapa kau rampok habis aku.



No comments:

Post a Comment