Sunday, April 10, 2016
fajar 3 pagi
Malam tidak bergegas walau ia memang beranjak,
dan fajar mempersiapkan diri menuju gelap langit.
Aku, berdiri di tengah keduanya,
perhatikan rokokku yang memekik-mekik kepanasan
Sedangkan dingin subuh menggoda kakiku untuk menyerah,
bersama dengan nyamuk-nyamuk jahanam yang kelaparan.
Dan aku hanya berpikir, bertanya dalam hati:
"Apakah fajar pernah merasa cemas
ketika ia harus pergi pada gelap walaupun tak ada siap?"
Karena, sepertinya, fajar memang tak merasa...
dan aku, baik kamu, bukanlah fajar.
Maka kuhisap lagi rokok yang sudah tidak enak ini
dengan pikiran yang akan hilang bersama malam
entah ke kasurku, atau ke kamarmu
karena ketika fajar datang
mungkin semua tidak akan penting lagi.
Ah... selamat tidur.
Labels:
blah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment