Piano berdenting, crescendo.
Dan aku tak berharap demikian.
Karena sunyi mencekat, aku heran suara apa.
Apalah ini yang merayap di keheningan malam, tanpa berjaga, tanpa siaga?
Suara yang samar, bayang yang kelam. Siapa yang dicari, pun tak mengerti.
Bodoh, umpatku.
Namun toh ia tetap merayap, tumbuh, dan menetap. Pelihara pun tak seorang lakukan...
...kecuali rindu yang menyiram.
Kupandangi jalan dari jendela yang basah, hanya untuk mengingat kau dan sukmamu.
Dan bila malam kala itu tak berujung...
Dapatkah suara itu kurengkuh?
No comments:
Post a Comment