Ketika cahaya tak lagi pangkai, musnah, dan membangkai, mungkin mata tidak akan berwalang hati. Ia akan beradaptasi, dan dengan gelap ia akan sehati.
Apa yang dijamah kegelapan, masih dapat ia nampak dengan kecakapan.
Nihilnya cahaya tidak akan melintangnya. Nihilnya cahaya tidak akan usiknya.
Atau mungkin sejak asal, bukanlah cahaya yang mengawal?
Lalu ia tiada sesal...
No comments:
Post a Comment