kadang menulis menjadi pelarian saya. ketika saya tidak tahu kemana lagi harus melangkah, ketika hari-hari terlalu berawan, saya menulis sebentar untuk mencari
terlebih disini.
tetapi, kadang, ketika saya sibuk berlari dari hari-hari yang sumpek, saya bisa sangat ketakutan untuk berlari ke sini. entah kenapa.
saya menulis semuanya disini, banyak sekali, dan kebanyakan berakhir menjadi draft, paling parah: saya hapus. saya menulis banyak sekali, saya ingin mempublishkan mereka semua, tetapi tiba-tiba saya menjadi orang yang sangat tidak konsisten.
saya menulis untuk dibaca, saya diam namun masih ingin untuk dibaca. saya berbisik banyak, saya ingin mereka tahu semuanya, tetapi saya tidak ingin semuanya tahu. saya begitu berani untuk menulis, saya begitu pengecut untuk menekan tombol publish. ruwet.
ya... kadang saya hanya butuh satu orang yang dengan sabar mendengarkan saya berkata-kata. hanya memasang telinganya. mungkin kalau bisa, saya akan membelah diri menjadi dua, jadi bagian saya yang lain bisa mendengarkan saya, sebanyak apapun yang akan saya katakan, setidak penting apapun hal yang saya bahas, saya akan bercerita apapun kepadanya tanpa sungkan, tanpa merepotkan orang lain, cukup dia saja yang menemani saya, dan ia akan selalu ada mendengarkan saya. lalu tahu-tahu saya sudah berada dipelukannya. lalu kami jadi satu tubuh lagi.
hmmm...
sayangnya, senaif-naifnya penulis, sejinak-jinaknya pikiran pembaca, sebuah blog tidak bisa memeluk penulisnya sendiri.
seandainya manusia tidak seserakah itu.
ya sudahlah.
*peluk diri sendiri*
PS: tolong, anggap aja saya nggak ngepost apa-apa di sini.

No comments:
Post a Comment